Selasa, 16 April 2019

Kiat Menjaga Konsistensi Berolahraga - Medcom ID


Memulai olahraga saat pertama-tama bisa sangat menyenangkan. Bikin orang yang melakukannya menggebu-gebu, ingin cepat-cepat mendapatkan tubuh ideal. Tapi sampai berapa lama Anda bisa menjaga pola hidup sehat tersebut?

 


Jakarta:

Ada perasaan semangat yang muncul saat pertama kali menginjakkan kaki di pusat kebugaran. Semacam perjanjian tak tertulis terhadap diri sendiri untuk terus mengikuti latihan tanpa henti sampai mendapatkan tubuh yang ideal.




Tetapi mungkin perasaan itu barangkali hanya bertahan singkat saja. Buktinya, menurut data yang dilansir Times of India, hanya sebagian orang saja yang benar-benar rutin menjalani olahraga sampai mendapatkan tubuh ideal. Sebagian lainnya, memutuskan berhenti berolahraga di tengah jalan.










Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



















Menurut data tersebut, orang yang menghentikan jadwal olahraga beranggapan bahwa latihan itu terlalu melelahkan. Mereka terlampau sibuk hingga malas menjalani masa latihan secara terus-menerus.




Sementara beberapa orang lainnya mengaku akan baik-baik saja tanpa melakukan olahraga. Sayangnya absen dari olahraga bukanlah pilihan tepat. Tubuh Anda akan merasakan dampaknya bahkan ketika melewatkan olahraga lebih dari dua hari berturut-turut.




Selain itu, latihan yang terlewatkan bisa memotivasi sesorang untuk berhenti melakukan olahraga di kemudian hari. Untuk itu, jika Anda tidak ingin kehilangan motivasi, Anda harus mengikuti rutinitas yang menyehatkan tersebut.

(Baca juga: Tips Melawan Rasa Malas saat Memulai Olahraga)
 


Tak perlu risau jika Anda benar-benar tidak bisa berolahraga karena alasan penting. Anda dapat menggantinya dengan mengikuti kebiasaan sehat seperti berolahraga ringan selama 15 menit di rumah, berjalan-jalan di taman, dan menaiki tangga di kantor.




Anda juga bisa memulai hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat pula. Misalnya saja dengan mengurangi jumlah gula yang digunakan pada minuman dan makanan. Setidaknya dengan cara ini, akan mampu membantu menjaga motivasi Anda untuk tetap hidup sehat.




Disamping olahraga rutin dan mengatur pola makan, Anda juga disarankan untuk mengelola stres dan menjaga pola tidur dengan baik. Sebab,  stres dan pola tidur yang berantakan bisa menyebabkan kenaikan berat badan, menurunkan kekebalan tubuh, dan membuat seseorang rentan terserang penyakit.




Ketika diserang stres, tubuh manusia memproduksi kortisol dan merangsang pertumbuhan sel-sel lemak yang meningkatkan lemak perut. Selain itu, stres membuat pencernaan melambat dan kesulitan tidur.




Sementara pola tidur yang buruk dapat merusak hormon seseorang. Gangguan hormon inilah yang pada akhirnya membuat Anda merasa lapar, rewel, dan lelah sepanjang waktu.





(FIR)


Read More

Tidak ada komentar:

Posting Komentar